Skip to content
Menara Wolverden – Relift Media

Menara Wolverden

Kenapa kau harus mundur? Kami semua sudah menghadapinya dalam sepuluh ribu abad, dan kami beritahu kau dengan satu suara: tak usah takut. Kehidupanlah yang mesti kau takuti—kehidupan, dengan segala bahayanya, jerih-payahnya, sakit hatinya.


Maisie Llewelyn tak pernah diminta ke Wolverden sebelumnya. Maka dari itu dia cukup gembira dengan undangan Ny. West. Wolverden Hall, salah satu rumah manor era Elizabeth terelok di Weald of Kent, dibeli dan diperaboti dalam gaya yang pantas (menurut ungkapan tukang salut) oleh Kolonel West, jutawan masyhur dari Australia Selatan. Kolonel mencurahkan kekayaan tak terbilang untuknya, dirampas dari punggung sepuluh ribu domba dan sepuluh ribu saudara sebangsa; dan Wolverden kini, jika bukan yang tercantik, setidaknya rumah pedesaan termewah yang mudah dicapai dari London.

Ny. West menunggu di stasiun untuk menjemput Maisie. Rumahnya dipenuhi tamu-tamu Natal, itu betul. Meski begitu Ny. West adalah teladan tatakrama ningrat kolot: dia tidak akan melalaikan pertemuan dengan mereka untuk alasan selain perintah menghadap raja di Windsor. Dia mengecup kedua pipi Maisie—dia selalu menyukai Maisie—dan membiarkan dua aristokrat muda angkuh (dalam rambut berserbuk dan seragam biru-emas) mencari-cari bagasi Maisie dengan penerangan alam, lalu masuk bersamanya ke dalam kereta kuda penurut.

Perjalanan ke Wolverden Hall ternyata cukup enak buat Maisie. Bahkan dalam kondisi musim dingin tak berdaun, pohon-pohon limau besar terlihat begitu agung. Hall yang diliputi ivy di ujung jalan, dengan jendela-jendela berpalang rangka vertikal, beranda Inigo Jones, dan nok-nok atap berselubung creeper, adalah bangunan indah layaknya idaman dalam sketsa-sketsa karya Tn. Abbey. Andai saja Arthur Hume ada di antara rombongan, kegembiraan Maisie akan lengkap. Tapi apa gunanya memikirkan Arthur Hume, sementara dia tak tahu apakah Arthur Hume peduli padanya?

Gadis langsing jangkung, dengan rambut hitam subur dan paras sangat halus, Maisie Llewelyn seolah menjadi keturunan Llewelyn ap Iorwerth—tipe gadis yang takkan kita beri sebutan apapun selain “menarik” sampai Rossetti dan Burne-Jones menemukan mata buat kita untuk melihat bahwa tipe ini cantik dengan kecantikan lebih dalam daripada sekadar kecantikan putih merah muda. Matanya, terutama, memiliki kedalaman berkilau nyaris di atas normal. Jari-jari dan kuku-kukunya bening tak biasa, dengan kelembutan seperti lilin.

“Sayangku, kau tak keberatan, kan, ditempatkan di sebuah kamar lantai dasar di sayap baru?” tanya Ny. West seraya menuntun Maisie ke tempat tinggal yang dipilih untuknya. “Kau lihat, kami penuh sekali, gara-gara tablo-tablo ini!”

Maisie memandang sekeliling kamar dengan ketakjuban bisu. Jika ini adalah jenis tumpangan yang karenanya Ny. West merasa perlu minta maaf, Maisie penasaran seperti apa kamar-kamar lebih bagus untuk para tamu yang dihormatinya. Ini adalah kamar besar berdekorasi elok, dengan karpet Oriental paling lembut dan paling dalam yang pernah dirasakan kaki Maisie, dan gorden-gorden paling cantik yang pernah dilihat matanya. Memang betul, itu terbuka ke tanah di depan melalui jendela-jendela Prancis; tapi karena teras Italianya, dengan susuran tangga presisi dan bola-bola batu besar, ditinggikan beberapa kaki di atas permukaan taman landai, secara praktis kamar ini sebetulnya berada di lantai pertama. Bahkan Maisie agak menyukai sensasi ruang dan kebebasan tak biasa yang diberikan oleh akses mudah ke dunia luar; dan karena jendela-jendela diamankan dengan daun besar dan pengunci, dia tak khawatir kalau-kalau seorang maling berupaya membawa lari kalung mutiara kecilnya atau bros kecubungnya di malam hari, alih-alih mengarahkan perhatian penuh pada tiara berlian terkenal milik Ny. West.

Wajar saja dia bergerak menuju jendela. Dia sangat suka alam. Pemandangan Weald yang tersingkap di bawah kakinya luas dan beranekaragam. Lapang-lapang berkabut menghampar berjejer ke belakang dalam kabut tipis Desember, mundur dan terus mundur, sampai jauh di selatan nampak samar luasan bukit Sussex, setengah tersembunyi oleh uap. Gereja desa, sebagaimana sering terjadi dalam kasus manor-manor mulia zaman dulu, berdiri di dalam pekarangan Hall, dekat dengan rumah. Itu dibangun, kata nyonya rumah, di masa raja-raja Edward, tapi memiliki bagian-bagian bangunan lama Saxon yang masih terlingkungi di area kansel. Perusak pemandangan adalah menara putih barunya, dipugar (atau lebih tepat dibangun kembali) baru-baru ini, yang kontras secara sangat menyakitkan dengan batu kelabu lembut dan korbel-korbel nabe dan transep yang remuk.

Judul asli : Wolverden Tower ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, January 2018
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment