Skip to content
Tsar Muda – Relift Media

Tsar Muda

Dia jatuh ke dalam tidur nyenyak menyerupai kematian. Sudah berapa lama dia tidur, dia tak tahu. Tapi dia mendadak terbangun oleh sentuhan lembut di pundaknya.


Tsar muda baru saja naik takhta. Sudah lima pekan dia bekerja tanpa henti, sebagaimana para Tsar biasa bekerja. Dia mengurus laporan, menandatangani surat-surat, menjamu duta besar dan pejabat tinggi yang diperkenalkan kepadanya, dan meninjau tentara. Dia lelah, dan, sebagaimana musafir yang letih oleh panas dan haus merindukan seteguk air dan istirahat, dia merindukan jeda minimal satu hari dari penjamuan, dari pidato, dari parade—beberapa jam bebas untuk dihabiskan seperti manusia biasa bersama isterinya yang belia, pintar, dan cantik, yang baru sebulan dinikahi.

Saat itu Malam Natal. Tsar muda sudah mengatur untuk istirahat total malam itu. Malam sebelumnya dia bekerja sampai larut dengan dokumen yang diserahkan para menteri. Paginya dia hadir di Te Deum, dan sesudah itu di dinas militer. Siangnya dia menjamu tamu resmi, kemudian dia harus menyimak laporan tiga menteri, dan memberi persetujuan pada banyak perkara penting. Dalam konsultasi dengan Menteri Keuangan, dia menyetujui penaikan bea barang impor, yang harusnya menambah jutaan pada pendapatan Negara di masa mendatang. Selanjutnya dia mengesahkan penjualan brendi oleh Kerajaan di berbagai wilayah negara, dan menandatangani sebuah dekrit yang mengizinkan penjualan alkohol di desa-desa di mana terdapat pasar. Ini juga diperhitungkan untuk menambah pendapatan utama bagi Negara, yang diperoleh dari penjualan spiritus. Dia juga merestui penerbitan pinjaman emas baru yang diperlukan untuk negosiasi keuangan. Setelah Menteri Kehakiman melapor tentang kasus rumit penggantian Baron Snyders, Tsar muda mengkonfirmasi keputusan itu dengan tandatangannya, dan juga menyetujui peraturan baru berkenaan dengan penerapan Pasal 1830 KUH Pidana, yang menyediakan hukuman untuk pelacur. Dalam konsultasi dengan Menteri Dalam Negeri, dia mengesahkan perintah terkait penagihan tunggakan pajak, menandatangani perintah yang memutuskan langkah-langkah perihal persekusi pembangkang kelompok agama, dan juga yang menyiapkan keberlanjutan UU Darurat Militer di provinsi-provinsi di mana itu sudah ditegakkan. Dengan Menteri Perang, dia mengatur penunjukan Panglima Korps baru untuk mengumpulkan calon prajurit, dan untuk menghukum pelanggaran disiplin. Hal-hal ini terus menyibukkannya sampai waktu makan malam, dan saat makan malam pun kebebasannya tidak penuh. Sejumlah pejabat tinggi diundang makan malam, dia harus bicara pada mereka: bukan sebagaimana dia inginkan, tapi menurut apa yang patut dia katakan. Akhirnya makan malam menjemukan berakhir, dan para tamu pergi.

Tsar muda menghela nafas lega, meregangkan tubuh, dan menarik diri ke kamar untuk melepas seragam berhiasan, dan untuk mengenakan jaket yang biasa dipakai sebelum dia naik takhta. Isteri belianya juga sudah undur diri untuk melepas gaun makan malam, menyebut akan segera bergabung dengannya.

Setelah melewati deretan bujang yang berdiri tegak di depannya, dan tiba di kamar, setelah melepas seragam berat dan memakai jaket, Tsar muda merasa bahagia terbebas dari pekerjaan; dan hatinya dipenuhi perasaan halus yang muncul dari kesadaran akan kebebasannya, akan kehidupan muda, sehat, dan cerianya, dan akan cintanya. Dia menghempaskan diri ke sofa, merentangkan kaki, menyandarkan kepala di atas tangannya, memusatkan pandangan pada kap lampu kusam dari kaca, dan kemudian sebuah sensasi yang belum pernah dirasakan sejak masa kecilnya—kesenangan tidur, dan rasa kantuk yang tak tertahankan—tiba-tiba melanda.

“Isteriku akan segera kemari dan mendapatiku sedang tidur. Tidak, aku tidak boleh tidur,” pikirnya. Dia menurunkan siku, menaruh pipi di telapak tangan, menyamankan diri, dan merasa begitu bahagia sampai-sampai keinginan tunggalnya adalah tidak dibangunkan dari keadaan nikmat ini.

Judul asli : The Young Tsar
Сон Молодого Царя
()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, July 2017
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment