Skip to content
Agen Jerman – Relift Media

Agen Jerman

Surat itu, yang kelihatannya bersih, memuat instruksi pengecut dari Kepala Kepolisian kepada seorang mata-mata Jerman! Dibaca dengan sandi alfabetis yang disediakan bagi setiap agen rahasia Jerman di Inggris.


“Ya,” ujar kawanku Ray Raymond dengan senyum suram di wajah Inggris khasnya. Dia melihat-lihat majelis yang kami tempati bersama, walau dia tak pernah punya kesempatan untuk berpraktek, walau aku sialnya punya kesempatan. “Itu memang kasus yang aneh sekali.”

“Ceritakan seluruh faktanya pada kami, Ray,” desak Vera Vallance, puteri pirang jelita dari Laksamana Sir Charles Vallance, yang dengannya dia bertunangan.

Well, sayang, faktanya sesingkat ini,” sahutnya, memandang mesra. “Diketahui luas bahwa Jerman ingin sekali menguasai pesawat baru kita, dan bahwa rahasianya kini terkunci di dada sang penemu. Selasa kemarin, seseorang dengan kumis disikat ke arah yang salah, turun di stasiun Basingstoke dan menanyakan ruang makan. Ini menggiringku untuk berpikir, sebentar lagi akan ada upaya pengecut untuk merebut supremasi udara dari genggaman kita!”

Aku mendadak pingsan.

“Dan bahkan terlepas dari kasus ini Pemerintah menyangkal adanya aktivitas mata-mata Jerman di Inggris!” seruku sengit usai siuman.

“Jacox,” kata kawanku, “sebagai seorang patriot aku tetap berkewajiban membongkar para penjahat ini. Besok kita ke Basingstoke.”

Kamisnya, kami bersembunyi di ruang duduk pribadi di Bull Hotel, Basingstoke. Dalam perjalanan dari stasiun aku mem­perhatikan betapa buruk persiapan kota ini untuk menahan invasi, dan kujelaskan hal ini dengan getir pada kawanku Ray Raymond.

“Ya,” komentarnya muram, “dan kota ini dipenuhi mata-mata. Jack, dugaanku sedang terbukti benar. Akan ada kegiatan berbahaya malam ini. Kau bawa sentermu?”

“Sejak kasus Rosyth itu, aku tak pernah bepergian tanpa­nya,” sahutku sambil memunggungi rak perapian murah yang lazim di hotel-hotel Inggris.

Malam itu gelap, jadi kami meninggalkan losmen dengan waspada. Tindak-tanduk Ray Raymond aneh. Setiap kami melewati tiang telegram dia berhenti dan berkata muram, “Ah, kukira begitu,” lantas mencabut revolver. Setelah menempuh 15 mil, dia menengok arloji dengan bantuan senter dan mendapati sudah waktunya kembali ke hotel, kecuali kalau kami ingin keberadaan kami, atau justru ketiadaan kami, diketahui oleh mata-mata Jerman. Karenanya kami buru-buru kembali.

Judul asli : The Secret of the Army Aeroplane ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, April 2017
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment