Skip to content
Wurzel-Flummery – Relift Media

Wurzel-Flummery

Aku heran kenapa orang tidak boleh memandang remeh uang sekali-sekali. Aku ingin memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memandang remeh lima puluh ribu pound.


Suatu hari pada bulan Juni sebelum meletusnya perang, di ruang santai pagi di rumah kota milik Robert Crawshaw. Masuk bersama teman kami sang agen perumahan, perhatian kami pertama-tama tertarik pada rangka pembatas perapian. Di salah satu sisinya, sebuah sofa Chesterfield menjorok siku-siku. Di sudut sofa, Nona Viola Crawshaw sedang duduk, asyik membaca The Times. Agen enggan memasukkannya ke dalam katalog, tapi kalau kami perhatikan, sebelum si agen menunjuk kursi lengan di seberang, Nona Viola adalah gadis muda yang cantik. Di tengah-tengah ruangan dan menghadap perapian terdapat (mengamati) meja tulis kokoh berkolong, penuh koran dan buku rujukan, ditopang oleh satu kursi di tengah dan satu kursi lain di samping. Perabot sisanya, serta buku dan lukisan di tembok, harus kami tinggalkan sampai lain waktu, karena saat ini pintu di belakang sofa terbuka, lalu masuklah Richard Meriton. Usianya sekitar 35-an, mempunyai wajah cerdas klimis, dan bersetelan tweed gelap. Kami undur diri tergesa-gesa, sementara dia datang ke belakang Viola dan menaruh kedua tangannya pada mata si nona.

Richard: Tiga tebakan, siapa ini.

Viola (menumpangkan tangannya pada tangan Richard): Uskup Agung Canterbury.

Richard: Bukan.

Viola: Uskup Agung York.

Richard: Syukurlah uskup agung sudah habis. Nah, sekarang, tebakan terakhir.

Viola: Richard Meriton, M.P.

Richard: Hebat! (Dia mencium punuk kepalanya dengan enteng, terus berputar ke rangka pembatas perapian, di mana dia duduk membelakangi perapian.) Bagaimana kau tahu? (Dia mulai mengisi pipa.)

Viola (tersenyum): Well, tak mungkin ayah.

Richard: Tidak, kukira tidak. Tidak setelah baru sarapan. Ada sesuatu dalam koran?

Viola: Ada surat dari ayah yang menunjukkan bahwa—

Richard: Aku tak pernah tahu orang seperti Robert suka menunjukkan.

Viola: Kenyataannya, ini dicetak besar.

Richard: Sok pasti.

Viola: Kau sinis sekali pagi ini, Dick.

Richard: Sosisnya hambar, sayang.

Viola: Dick yang malang! Oh, Dick, andai saja kau ada di pihak ayah.

Richard: Tapi dia di pihak yang salah. Tentunya aku sudah memberitahumu… Viola, apa kau sungguh berpikir itu akan mengubah keadaan?

Viola: Well, kau tahu apa yang dikatakannya tentang dirimu di Basingstoke tempo hari.

Richard: Tidak, aku tidak tahu, sungguh.

Viola: Dia bilang keangkuhan intelektualmu hanya tertandingi oleh kegoyahan spiritualmu. Aku tak begitu paham maksudnya, tapi itu tidak menyuarakan sesuatu yang kau idamkan pada sosok menantu lelaki.

Richard: Tetap saja, dia sungguh ramah dengan pergi serta-merta ke Basingstoke untuk mengatakannya. Bagaimanapun, kau tak percaya itu.

Viola: Tentu tidak.

Richard: Dan Robert tidak serius.

Viola: Lantas kenapa dia bilang begitu?

Richard: Ah, sekarang kau membuka pertanyaan berat. Seluruh bangunan Konstitusi Inggris bertopang pada hak Robert untuk mengatakan hal-hal semacam di Basingstoke… Tapi sungguh, sayang, kami berteman baik. Dia selalu minta nasehatku tentang banyak hal—dia tidak mengambilnya, tentu saja, tapi tetap memintanya; dan dia sangat baik dengan mendesakku tinggal di sini selama flatku dirapikan. (Serius.) Untuk itu aku mendoakannya. Kalau bukan karena pekan lalu, pasti aku tak pernah mengenalmu. Kau persis “Viola”—gadis yang sesekali kulihat sejak kecilnya; nah—oh, kenapa kau tak izinkan aku memberitahu ayahmu? Aku benci seperti ini.

Viola: Karena aku mencintaimu, Dick, dan karena aku kenal ayah. Dia akan, seperti kata novel-novel, mempersilakanmu ke pintu. (Tersenyum.) Sementara aku ingin kau di sebelah dalam pintu sedikit lebih lama.

Richard (sungguh-sungguh): Aku akan beritahu dia sebelum pergi.

Judul asli : Wurzel-Flummery ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, August 2016
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment