Skip to content
Dialog Jiwa dan Raga – Relift Media

Dialog Jiwa dan RagaBacaan fiksi filsafat

Satu demi satu dia ceritakan mimpi-mimpi semua yang tidur di jalan itu. Kadang dia berhenti untuk mencaci-maki raga karena bekerja buruk dan lambat. Jari-jari dinginnya menulis secepat yang mereka bisa, tapi jiwa tak peduli soal itu. Maka malam terus beranjak sampai jiwa mendengar kerincing dalam langkah kaki pagi jauh di langit Timur.