Penulisnya, yang sadar akan pertalian antara bangsa Babilonia dan bangsa Ibrani, mungkin merujuk pada tokoh yang sama sebagaimana pengarang Kitab Kejadian dalam menyebutkan “manusia pertama”. Nyatanya, kutukan Babilonia tiada lain hanya gaung kutukan yang dijatuhkan terhadap Adam Ibrani.
