Skip to content
Apa Masalah Britania? – Relift Media

Apa Masalah Britania? Bacaan non-fiksi politik

author _Adolf Hitler_; date _1945_ genre _Politik_; category _Statemen_; type _Nonfiksi_ series_title _Pernyataan Politik Adolf Hitler_; series_no _#1_ Bukan oleh doktrin Sosialisme Kebangsaan (Nazi) saja musuh-musuh kami merasa tersinggung. Mereka membenci Sosialisme Kebangsaan karena melalui itu kualitas-kualitas bangsa Jerman telah dimuliakan. Tampaknya Churchill memandang dirinya sebagai Pitt kedua. Harapan muluk! Pada 1793, Pitt berumur 34 tahun. Sayangnya, Churchill adalah seorang pak tua, yang mampu—dan hanya mampu—melaksanakan perintah-pe­rintah si sinting Roosevelt. Intinya, situasi-situasi tersebut tidak bisa disamakan. Untuk sesaat ingat kembali kondisi-kondisi di masa Pitt. Dari sudutpandang Inggris, dia sepenuhnya benar dalam meno­lak berurusan apapun dengan Napoleon. Dengan tetap ber­sikap teguh di bawah kondisi-kondisi mustahil, dia sedang menjamin untuk negaranya peluang memainkan peran yang kemudian menjadi takdirnya di abad 19. Itu adalah kebijakan yang dirancang untuk melestarikan eksistensi negaranya. Churchill, dengan menolak mencapai kata sepakat dengan­ku, telah menjatuhkan kebijakan bunuh diri untuk negara­nya. Dia telah membuat kekeliruan-kekeliruan yang sama seperti para jenderal yang melancarkan sebuah perang ber­dasarkan prinsip-prinsip perang sebelumnya. Sekarang ini terdapat unsur-unsur yang mustahil untuk dicocokkan ke dalam skema demikian. Faktor baru krusial adalah eksistensi dua raksasa itu, AS dan Rusia. Inggris-nya Pitt memastikan keseimbangan kekuatan dunia dengan mencegah hegemoni Eropa—yakni dengan mencegah Napoleon meraih tujuan­nya. Inggris-nya Churchill, di sisi lain, seharusnya mengizin­kan unifikasi Eropa, jika mereka ingin melestarikan keseim­bangan kekuatan tersebut. Di awal perang ini aku berusaha sungguh-sungguh untuk bertindak seolah-olah aku percaya Churchill mampu mema­hami benarnya kebijakan besar ini; dan dalam momen-momen cerahnya dia memang mampu memahaminya. Tapi sekarang dia sudah lama terikat tangan dan kaki pada kereta tempur Yahudi. Tujuanku dalam mencoba mencapai kata se­pakat dengan Inggris adalah agar tidak menciptakan situasi tak terperbaiki di Barat. Belakangan, ketika aku menyerang ke arah timur dan menombak bisul-bisul komunis, dengan cara itu aku berharap untuk menyalakan kembali cetus akal sehat dalam akal Kekuatan-kekuatan Barat. Aku memberi mereka kesempatan—tanpa mengangkat telunjuk—untuk berkontribusi pada aksi katarsis, di mana mereka bisa dengan aman menyerahkan tugas mendisinfeksi Barat ke tangan kami saja. Tapi kebencian yang dirasakan oleh para munafik ini terhadap orang berhati jujur adalah lebih kuat daripada rasa pemeliharaan diri mereka. Aku sudah mere­mehkan kekuatan dominasi Yahudi atas Inggris-nya Chur­chill. Bahkan mereka lebih memilih untuk binasa tanpa per­lawanan, ketimbang menerima Sosialisme Kebangsaan (Nazi) ke tengah-tengah mereka. Di bawah tekanan, mereka akan sudah menolerir kedok anti-semitisme dari pihak kami. Tapi tekad mutlak kami untuk mencabut akar dan cabang kekuasaan Yahudi di seluruh dunia adalah daging yang ter­lalu kuat untuk dicerna oleh perut rapuh mereka! Kejeniusan Pitt terletak dalam implementasi sebuah kebi­jakan realistis, selaras dengan kondisi-kondisi zaman, yang memungkinkan negaranya melakukan pemulihan luar biasa dan yang menjamin untuknya supremasi dunia di abad 19. Peniruan kebijakan ini secara membudak yang sekarang ditempuh oleh Churchill—dan dengan mengabaikan sama sekali fakta bahwa kondisi-kondisinya tidak sama sedikitpun—merupakan kerancuan belaka. Faktanya, dunia telah ber­kembang sejak era Pitt! Selama satu abad, memang benar perubahan-perubahan datang dengan lambat; tapi perang pertama meningkatkan laju itu, dan perang ini telah mem­bawa kita ke pengajuan RUU-RUU dan penyelesaian akhir! Di awal abad 19, dari segi kekuasaan, Eropa saja yang diperhitungkan. Kekaisaraan-kekaisaran besar Asiatik telah jatuh ke dalam tidur yang menyerupai tidur kematian. Dunia Baru masih berupa tak lebih dari bongkol di ujung dunia lama, dan sudah sewajarnya tak seorangpun bisa meramal­kan takdir luar biasa yang menanti 13 koloni Britania yang baru memperoleh kemerdekaan... 13! Aku tidak percaya takhayul, tapi cerita itu menggodaku untuk percaya! Negara baru dengan penduduk empat juta itu, yang tumbuh begitu besar dalam kurun seratus tahun sampai-sampai di awal abad 20 sudah menjadi Kekuatan dunia...! Pada periode menentukan antara 1930 dan 1940, situasi­nya sungguh berbeda dari yang diperoleh di masa Pitt dan Napoleon. Eropa, kehabisan tenaga akibat sebuah perang besar, kehilangan kebanggaannya akan tempat, dan peran­nya sebagai pemimpin tak lagi diakui. Ia masih salah satu pusat atraksi dunia, tapi pusat yang terus-menerus kehila­ngan nilai pentingnya di hadapan kekuatan Amerika Serikat yang tumbuh, kolosus Rusia-Asiatik, dan Kekaisaran Mata­hari Terbit. Andai takdir mengaruniakan kepada Britania yang menua dan melemah seorang Pitt baru alih-alih semi pemabuk Amerika yang ditunggangi Yahudi ini, si Pitt baru bakal lang­sung mengakui bahwa kebijakan tradisional Britania, yaitu keseimbangan kekuatan, kini harus diterapkan pada skala berbeda, dan kali ini pada skala sedunia. Alih-alih meme­lihara, menciptakan, dan menambah bahan bakar pada riva­litas-rivalitas Eropa, Britania semestinya berusaha sungguh-sungguh untuk mendorong dan menghasilkan unifikasi Eropa. Bersekutu dengan Eropa bersatu, maka dia akan tetap memegang peluang untuk bisa memainkan peran arbiter dalam urusan dunia.
Judul asli : 4th February 1945<i=1qzkdJNblskI_6Foeb7XD_9retGe73Wrd 334KB>4th February 1945
Pengarang :
Seri : Pernyataan Politik Adolf Hitler #1
Penerbit : Relift Media, Juli 2023
Genre :
Kategori : ,

Unduh

  • Unduh

    Apa Masalah Britania?

  • Koleksi

    Koleksi Sastra Klasik (2023)