Skip to content
Detektif Cilik – Relift Media

Detektif Cilik

Ada yang tak beres. Dia merasakan itu di dalam hatinya. Kenapa Tn. Judson harus terganggu melihat sandalnya? Dan kenapa mata Dr. Kruger tampak begitu dingin dan galak saat Tommy beranjak untuk membuka pintu lemari?



Secara fisik Tommy Deems mengantarkan koran-koran sore, tapi hatinya tidak dalam pekerjaan itu. Bahkan Jiggs, anjing terrier peliharaannya, sama-sama merasakan kesengsaraan majikannya dan tak menghiraukan kucing-kucing sepanjang rute pengantaran koran. Tidak mudah untuk bahagia dan menikmati pekerjaanmu ketika sese­orang yang banyak kau pikirkan sedang terluka parah.

Di pondok kecil Judson, Tommy berjinjit menyusuri jalan pinggir dan dengan sangat hati-hati menyandarkan koran terlipat pada pintu depan. Beberapa anak lain suka seenak­nya melemparkan koran dari jalan, tapi Tommy tak pernah.

Tommy berjinjit pergi dari pondok Judson dengan gugup. Dia tadinya berharap untuk bertemu Nona Sue dan mena­nyakan keadaan ayahnya, tapi yang dia lihat hanya si dokter baru nan aneh dari seberang jalan. Terlepas dari semua tata­krama baiknya, Tommy tak bisa menyukai dokter baru itu. Ada sesuatu dari matanya yang membuat bulu kuduknya merinding. Dia berharap andai saja Tn. Judson baik hati itu mendapatkan dokter lain.

Tommy tidak melihat kecelakaannya, tapi dia mendengar semua tentang itu. Melakukan jalan-jalan petang rutinnya, Tn. Judson tertabrak oleh sebuah truk tua. Dia terluka parah, tapi dia harus tetap di tempat tidur dan seluruh kepala dan wajahnya diselimuti perban. Orang-orang bilang Tn. Judson beruntung karena seorang dokter baru tinggal persis di seberang jalan dan tiba di sana tepat waktu untuk merawat­nya. Tapi Tommy tetap tak menyukai dokter baru itu.

Tommy sedang memikirkan hal-hal ini, merasa sedih dan kesepian, ketika sebuah suara memanggilnya dari pintu Judson.

“Tunggu sebentar, Tommy. Ayah sepertinya merasa jauh lebih baik. Aku akan tanya Dr. Kruger apa tak apa-apa kau masuk dan menyapa Ayah.”

“Oh, aku akan suka itu,” kata Tommy bersemangat, me­rangkul Jiggs.

Sejenak kemudian Sue datang kembali bersama si dokter. Jiggs tiba-tiba mulai menggeram. Itu aneh karena Jiggs tak pernah menggeram kepada orang-orang baik.

“Tak apa-apa,” kata Dr. Kruger dengan pedas. “Dia boleh naik sebentar saja, tapi tidak boleh bawa masuk anjing kampung jelek itu.”

Tommy menyuruh Jiggs menunggu di luar, lalu dia meng­ikuti Sue dan Dokter menaiki tangga menuju kamar tidur Tn. Judson. Hati Tommy terluka saat dia melihat buntelan perban-perban menyembunyikan setiap bintik wajah Tn. Judson. Dia berdiri terpaku sampai Tn. Judson bergerak-gerak dan berbicara.

“Halo,” katanya, suaranya teredam oleh perban-perban. “Sungguh baik kau datang, Tommy. Jangan khawatirkan aku. Aku akan bangun dan keluar dalam beberapa hari.”

“Itu bagus,” kata Tommy bahagia. “Terus kau bisa kenakan sandal baru yang anak-anak berikan padamu.”

“Sandal? Oh, ya, ya. Aku lupa itu.”

Itu aneh. Suara Tn. Judson terdengar asing, bahkan dengan perban, dan tidak biasanya dia melupakan hadiah dari anak-anak. Mungkin jika dia lihat sandalnya, dia akan merasa lebih baik. Tommy tahu di mana itu disimpan, tepat di sana di dalam lemari dinding.

Dia beranjak ke arah pintu lemari dinding yang tertutup. Seketika Tn. Judson mengeluarkan berisik keras yang aneh. Dr. Kruger menyergah dan melompat untuk menghalau Tommy.

“Menjauh dari pintu itu,” katanya kasar. Kemudian suara­nya melunak lagi. “Aku tak bermaksud kasar, nak. Tapi kau tak boleh berbuat sesuatu yang mengganggu Tn. Judson. Pergilah, aku akan merawatnya.”

Di luar, kembali diikuti Jiggs, Tommy memikirkan itu. Ada yang tak beres. Dia merasakan itu di dalam hatinya. Kenapa Tn. Judson harus terganggu melihat sandalnya? Dan kenapa mata Dr. Kruger tampak begitu dingin dan galak saat Tommy beranjak untuk membuka pintu lemari? Ada yang tak beres, Tommy yakin. Bahkan suara Tn. Judson terdengar tak beres.

Tapi apa yang tak beres? Memang Tn. Judson, sebagai penjual perhiasan, sering menyembunyikan batu berlian dan delima yang sangat mahal di rumahnya agar tak ditemukan para perampok, tapi...

Judul asli : Boy Detective ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, Maret 2022
Genre :
Kategori :

Unduh

  • Unduh

    Detektif Cilik

  • Unduh

    Detektif Cilik

  • Unduh

    Koleksi Sastra Klasik (2022)