Skip to content
Vampir – Relift Media

Vampir

Dia hanya mensketsa mayat. Begitu seseorang di Konstantinopel atau di lingkungan sini meninggal, hari itu juga dia sudah menuntaskan lukisan si orang mati. Orang itu melukis mereka sebelumnya—dan dia tak pernah keliru—persis seperti burung bangkai!


Kapal uap pesiar membawa kami dari Konstantinopel ke pesisir pulau Prinkipo dan kami pun turun. Jumlah penumpang tidak banyak. Ada satu keluarga Polandia, yaitu ayah, ibu, anak perempuan dan pengantin prianya, dan kemudian kami berdua. Oh, ya, aku tak boleh lupa, saat kami sampai di jembatan kayu yang menyeberangi Tanduk Emas menuju Konstantinopel, seorang pria Yunani agak muda bergabung dengan kami. Barangkali dia seniman, dinilai dari portepel yang dibawa di ketiaknya. Ikal-ikal panjang hitam mengambang ke pundak, wajahnya pucat, dan mata hitamnya cekung dalam kantungnya. Dari awal dia sudah menarik perhatianku, terutama karena kesediaannya untuk membantu dan karena pengetahuannya tentang kondisi setempat. Tapi dia terlalu banyak bicara, jadi aku berpaling darinya.

Yang lebih menyenangkan adalah keluarga Polandia. Ayah-ibu itu orang-orang baik hati, dan si kekasih adalah pemuda tampan dengan tatakrama santun dan apa adanya. Mereka datang ke Prinkipo untuk menghabiskan bulan-bulan musim panas demi si anak perempuan, yang sedikit sakit. Gadis cantik pucat itu entah baru saja pulih dari sakit parah atau sebuah penyakit serius baru saja mengencangkan cengkeramannya. Dia bersandar pada kekasihnya saat berjalan dan kerapkali duduk untuk istirahat, sementara batuk kecil kering sering memotong bisikannya. Kapanpun dia batuk, pengiringnya akan berhenti dengan penuh pengertian. Pemuda ini selalu memandangnya dengan derita simpatik dan sang gadis akan balas menatapnya seolah berkata: “Tak apa. Aku bahagia!” Mereka percaya pada kesehatan dan kebahagiaan.

Atas rekomendasi si Yunani, yang meninggalkan kami serta-merta di dermaga, keluarga ini memperoleh tempat tinggal di hotel di atas bukit. Pemilik hotel adalah pria Prancis dan keseluruhan bangunan miliknya dipasangi perlengkapan nyaman dan artistik, menurut gaya Prancis.

Kami sarapan bersama dan ketika panas tengah hari sudah agak reda, kami semua pergi ke bukit, di mana dalam hutan kecil stone-pine Siberia kami bisa menyegarkan diri dengan pemandangan. Belum lama kami dapat titik yang pas dan menenangkan diri, si Yunani muncul lagi. Dia mengucap salam ringan, menengok ke sana kemari, dan duduk beberapa langkah saja dari kami. Dia membuka portepel dan mulai menggambar sketsa.

“Kurasa dia sengaja duduk membelakangi batu agar kita tak bisa melihat sketsanya,” kataku.

Judul asli : Vampire
Vampyr
()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, January 2020
Genre :
Kategori :

Unduh

No comments

Post a Comment