Skip to content
Jim Smiley – Relift Media

Jim Smiley

Suatu hari dia menangkap seekor katak, dan dibawanya pulang, dan dia bilang berencana mendidiknya; jadi dia tidak berbuat apa-apa selama tiga bulan selain duduk di halaman belakangnya dan mengajari katak itu untuk lompat.


Sesuai permintaan sahabatku, yang menulis surat dari Timur, aku mengunjungi pak Simon Wheeler baik hati dan banyak mulut, dan menanyakan sahabat dari sahabatku, Leonidas W. Smiley, sebagaimana diminta, dan bersama ini kulampirkan hasilnya. Aku menyimpan kecurigaan tersembunyi bahwa Leonidas W. Smiley adalah isapan jempol; bahwa sahabatku tak pernah kenal tokoh seperti itu; dan bahwa dia cuma menduga-duga, sekiranya aku menanyakan orang itu, pak Wheeler akan teringat pada Jim Smiley-nya yang bereputasi buruk, dan akan berusaha membuatku bosan setengah mati dengan kenangan terkutuk tentangnya selama dan sejenuh mungkin karena tak ada manfaatnya buatku. Kalau itu maksudnya, maka itu memang berhasil.

Aku mendapati Simon Wheeler sedang tidur-tiduran santai dekat tungku ruang bar di kedai reyot tua di kamp pertambangan kuno Angel’s, dan kuperhatikan dia gemuk dan plontos, dan ada ekspresi kelemahlembutan dan kesederhanaan menawan pada wajah tenangnya. Dia bangun dan mengucap­kan selamat siang padaku. Aku bilang padanya bahwa sahabatku menugasiku untuk mencaritahu teman berharga masa kecilnya bernama Leonidas W. Smiley, Rev. Leonidas W. Smiley, seorang pendeta muda Injil, yang dia dengar pernah menjadi penduduk Kamp Angel’s. Aku menambahkan, kalau Tn. Wheeler tidak bisa memberitahu apa-apa tentang Rev. Leonidas W. Smiley ini, aku akan merasa berutang banyak pada sahabatku.

Simon Wheeler memundurkanku ke satu pojok dan meng­hadangku di situ dengan kursinya, dan kemudian menduduk­kanku dan menyerocoskan cerita monoton sehabis paragraf ini. Dia tak pernah tersenyum, dia tak pernah cemberut, dia tak pernah beralih dari nada mengalun lembut yang disetelnya sejak kalimat pembuka, dia tak pernah menampakkan antusiasme sedikitpun; tapi sepanjang cerita tak berkesudahan itu terdapat nada kesungguhan dan ketulusan mengesankan, yang menunjukkan dengan jelas bahwa, alih-alih mengira ada yang konyol atau lucu dari ceritanya, dia menganggap itu urusan amat penting, dan mengagumi dua pahlawan cerita sebagai pria-pria teramat jenius dalam muslihat. Bagiku, pemandangan seorang pria hanyut dengan tenang sepanjang hikayat seaneh itu tanpa pernah tersenyum, sungguh absurd. Seperti kukatakan tadi, aku minta dia memberitahuku apa yang dia tahu tentang Rev. Leonidas W. Smiley, dan dia menjawab sebagai berikut. Kubiarkan dia menuruti kemauannya sendiri, dan tak pernah menyela sekalipun:

Judul asli : The Celebrated Jumping Frog of Calaveras County ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, November 2019
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment