Skip to content
Pria Tanpa Negara – Relift Media

Pria Tanpa Negara

“Kau adalah kepunyaan Dia Sang Negara sebagaimana kepunyaan ibumu sendiri. Setialah pada-Nya, nak, sebagaimana kau setia pada ibumu, meski setan-setan di sana menguasai-Nya hari ini!”


Kurasa tak banyak pembaca New York Herald edisi 13 Agustus melihat pengumuman ini di satu pojok samar, di antara “Berita Kematian”:

“Nolan. Telah meninggal dunia, di atas U.S. Corvette Levant, Lin. 2° 11′ S., Buj. 131° B., pada 11 Mei, Philip Nolan.”

Aku kebetulan melihatnya, sebab aku terdampar di Mission-House tua di Mackinac, menunggu kapal uap Danau Superior yang memilih tidak datang, dan aku sedang melahap, sampai tunggul-tunggulnya, semua bacaan terkini yang bisa kuperoleh, bahkan hingga berita kematian dan pernikahan dalam New York Herald. Ingatanku akan nama dan orang terbilang bagus, dan pembaca akan menyimak bahwa aku punya cukup alasan untuk mengingat Philip Nolan. Ada ratusan pembaca yang bakal terhenti pada pengumuman itu, seandainya nakhoda kapal Levant yang mengabarkannya memilih menulis begini: “Telah meninggal dunia, 11 Mei, PRIA TANPA NEGARA”. Pasalnya, sebagai “Pria Tanpa Negara”-lah Philip Nolan umum­nya dikenal oleh para nakhoda yang ditugasi mengawasinya selama 50 tahunan, sebagaimana oleh semua orang yang berlayar di bawah mereka. Aku berani bilang ada banyak orang yang minum anggur bersamanya dua minggu sekali, dalam pelayaran tiga tahun, tidak pernah tahu bahwa namanya adalah “Nolan”, atau apakah orang malang itu punya nama sama sekali.

Sekarang tak ada lagi bahaya dalam menceritakan kisah makhluk malang ini. Sebelumnya, sejak Pemerintahan Madison berakhir pada 1817, ada cukup alasan untuk kerahasiaan ketat, kerahasiaan kehormatan itu sendiri, di antara bapak-bapak angkatan laut yang ditugasi mengawasi Nolan berturut-turut. Dan sudah pasti itu melambangkan semangat korps profesi, dan kehormatan pribadi para anggotanya, sehingga kisah pria ini sama sekali tidak diketahui oleh pers—dan, kupikir, oleh negara secara luas. Aku punya alasan untuk berpikir, dari beberapa penyelidikan yang kulakukan di Arsip AL saat dipekerjakan di Biro Konstruksi, bahwa setiap laporan ofisial menyangkut dirinya terbakar ketika Ross membakar bangunan-bangunan publik di Washington. Salah satu anggota keluarga Tucker, atau mungkin salah satu anggota keluarga Watson, ditugasi mengawasi Nolan di akhir perang; dan ketika dia, sekembalinya dari pelayaran, melapor di Washington kepada salah satu anggota keluarga Crowninshield—yang duduk di Departemen AL saat dia pulang—dia mendapati departemen tersebut mengabaikan seluruh urusan ini. Apakah mereka memang tidak tahu apa-apa soal itu, atau apakah itu “Non mi ricordo”, yang ditetapkan sebagai sebuah kebijakan, aku tidak tahu. Tapi aku tahu bahwa sejak 1817, dan mungkin sebelum itu, tak ada perwira AL yang menyebut-nyebut Nolan dalam laporan pelayarannya.

Tapi, seperti kubilang, tak perlu ada lagi kerahasiaan. Dan kini setelah makhluk malang itu tiada, aku rasa ada manfaatnya menceritakan sedikit kisahnya, untuk menunjukkan kepada para pemuda Amerika hari ini bagaimana rasanya menjadi

PRIA TANPA NEGARA.

Judul asli : The Man Without a Country ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, August 2019
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment