Skip to content
Rapunzel – Relift Media

Rapunzel

Rapunzel tumbuh menjadi anak paling cantik di kolong langit. Saat dia menginjak usia 12 tahun, penyihir mengurungnya di sebuah menara, yang terletak di hutan, dan tak memiliki tangga atau pintu, tapi di puncaknya ada satu jendela kecil.


Dahulu kala ada sepasang suami-isteri yang sudah lama mendambakan anak. Sang isteri berharap Tuhan segera mengabulkan keinginannya. Keluarga ini memiliki satu jendela kecil di belakang rumah; dari situ mereka bisa melihat sebuah taman indah, penuh bunga-bunga dan tumbuhan cantik. Akan tetapi taman itu dikelilingi tembok tinggi, dan tak seorangpun berani masuk ke sana karena itu milik seorang penyihir wanita, yang punya kekuatan besar dan ditakuti oleh seluruh dunia. Suatu hari sang isteri berdiri dekat jendela ini dan memandang ke taman, lalu melihat sepetak bunga yang ditanami rampion (rapunzel) tercantik, begitu segar dan hijau sampai-sampai dia mengidamkannya, dan ingin sekali memakannya. Keinginan ini bertambah besar setiap harinya, dan karena tahu tidak bisa mendapatkannya, dia jadi merana, terlihat pucat dan sengsara. Sang suami pun cemas, dan bertanya, “Kamu sakit apa, isteriku sayang?”

“Ah,” jawabnya, “kalau aku tak bisa makan sedikit rampion yang ada di taman di belakang rumah kita, aku bisa mati.”

Pria itu, yang sangat mencintainya, berpikir, “Daripada membiarkan isterimu mati, bawakan dia rampion, apapun resikonya.”

Di waktu senja, dia menuruni tembok menuju taman milik si penyihir, buru-buru mencengkeram segenggam rampion, dan membawanya kepada sang isteri. Isterinya langsung membuat salad, dan melahapnya dengan nikmat. Akan tetapi, dia begitu menyukainya—terlalu menyukainya, sampai-sampai esok hari­nya dia minta tiga kali lebih banyak. Supaya tenang sang suami harus sekali lagi turun ke taman. Dalam gelapnya petang, dia kembali turun; tapi saat sudah menuruni tembok, dia ketakut­an, karena si penyihir berdiri di hadapannya.

“Beraninya kau,” katanya dengan raut marah, “turun ke dalam tamanku dan mencuri rampion-ku seperti pencuri? Kau akan menderita untuk itu!”

“Ah,” balasnya, “semoga kemurahan menggantikan hukuman; aku berbuat ini karena terpaksa. Isteriku melihat rampion-mu dari jendela, dan begitu mengidamkannya sampai-sampai dia bisa mati kalau tidak memakannya.”

Maka amarah si penyihir melunak, dan dia berkata padanya, “Kalau benar yang kau katakan itu, aku akan izinkan kau mengambil rampion sebanyak yang kau mau, hanya saja ada satu syarat: kau harus serahkan anak yang akan dilahirkan oleh isterimu; ia akan diperlakukan dengan baik, dan aku akan merawatnya layaknya seorang ibu.”

Pria itu dalam kengeriannya menyetujui semuanya, dan ketika sang isteri melahirkan, si penyihir tiba-tiba muncul, menamai anak itu Rapunzel, dan membawanya pergi.

Judul asli : Rapunzel ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, July 2019
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment