Skip to content
Pengacara Hitam – Relift Media

Pengacara Hitam

Kahn adalah pemimpin orang-orang berpakaian kurang-lebih bagus, bertampang kurang-lebih jahat, yang terus-menerus mencari mangsa dari satu ujung ke ujung lain lantai pertama gedung pengadilan pidana pada jam-jam ketika peradilan sedang dilaksanakan.


“Itu pernyataan perang,” komentar Kennedy, sementara Carton kembali duduk di meja tanpa ambil pusing usai tanya-jawab dengan Murtha yang berakhir ribut.

“Kukira begitu,” sang Jaksa Distrik sependapat, “dan bisa dibilang aku tak menyesal.”

“Aku juga tidak,” tambah Craig. “Tapi itu memastikan satu hal. Kita sekarang memasuki apa yang kusebut penyelidikan ‘terbuka’. Mereka sudah memaksa kita keluar dari tabir. Kita harus siap-siap mengambil tindakan cepat sekarang, apapun langkah yang mereka buat.”

Bersama-sama kami berspekulasi tentang berbagai langkah yang mungkin dibuat oleh Sistem dan bagaimana kami akan mengantisipasinya.

Namun, yang jelas kami belum selesai urusan tak langsung dengan Bos. Justru Sistem ini menyeluruh dan sigap. Kami hendak melanjutkan pertemuan di suatu restoran kota bagian atas, ketika petugas yang ditempatkan di koridor menyembul­kan kepala ke dalam pintu dan mengumumkan seorang tamu lain untuk Jaksa Distrik.

Kali ini masuknya berbanding terbalik dengan gertakan Murtha. Pria yang berjalan menyamping penuh sopan-santun ke dalam ruangan, segera setelah Carton menyatakan bersedia menemuinya, adalah seseorang berukuran sedang, dengan dahi tinggi sedikit botak, ekspresi licik dalam mata musang tajamnya, dan tingkah grogi percaya diri yang akan sangat mengesankan di hadapan orang jahil. “Namaku Kahn,” dia memperkenalkan diri. “Aku seorang pengacara.”

Carton mengangguk kenal.

Walau belum pernah bertemu orang ini, aku ingat nama yang Nona Kendall sebutkan. Dia salah satu pengacara terbaik Sistem. Dia mengawali karir sebagai “penguber ambulans”, belakangan naik gengsi jadi pengacara pengadilan polisi, dan kini tergolong tipe yang boleh disebut, karena tak ada nama lebih baik, “shyster” kelas atas—tak peduli moral, licin, licik.

Shyster, aku yakin, sudah didefinisikan sebagai bajingan hukum, pengacara yang berpraktek secara tak profesional atau penuh tipu daya. Kahn adalah semua itu—dan lebih lagi. Seandainya kurang sukses, dia pasti sudah menjadi domba hitam dalam kawanan hukum yang penuh sesak. Idealisme dia tak punya. Cakarnya menyambar upah kecil dari klien miskin di samping upah dari kaum kaya. Dia naik dari rumah sakit ke pengadilan polisi, pengadilan koroner, dan pengadilan pidana, akhirnya meraih gengsi perkantoran di seberang pintu masuk gedung pengadilan pidana, yang dari sana para bawahannya mensurvei panggung operasi bagaikan burung hering melayang-layang di atas ternak yang kelimpungan.

Carton hafal dia. Kahn adalah pemimpin orang-orang ber­pakaian kurang-lebih bagus, bertampang kurang-lebih jahat, yang terus-menerus mencari mangsa dari satu ujung ke ujung lain lantai pertama gedung pengadilan pidana pada jam-jam ketika peradilan sedang dilaksanakan.

Inilah pengacara-pengacara shyster dan para pesuruh dan agen mereka yang memangsa pria dan wanita yang jatuh ke tangan hukum karena kemalangan atau kejahatan. Yang lain-lain dari spesies sama mondar-mandir di selasar lantai-lantai lain, masing-masing dengan sorot mata sembunyi-sembunyi, mencari orang-orang yang mungkin bermasalah atau orang-orang yang terlihat butuh asistensi hukum untuk kerabat atau sahabat bermasalah.

Judul asli : The Shyster Lawyer ()
Pengarang :
Seri :
Penerbit : Relift Media, June 2019
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment