Skip to content
Perampokan Lemari Besi – Relift Media

Perampokan Lemari Besi

Saat kuamati lubang hitam di atas sebuah benda yang baru beberapa saat lalu merupakan lemari besi tercanggih, rasanya itu tak dapat dimengerti. Sekeras apapun memikirkannya, aku tak bisa menemukan penjelasan.


Larut malam itu aku dan Kennedy meninggalkan Carton setelah menyusun sebuah kampanye dan menggerakkan berbagai kekuatan, resmi maupun tak resmi, yang dapat membantu kami untuk terus mengetahui aktivitas Dorgan dan organisasinya.

Namun, baru esok paginya berkembang suatu hal baru sedemikian rupa sehingga kami dapat mengolahnya.

Kennedy habis memungut koran pagi yang ditinggal di pintu apartemen kami dan buru-buru membaca tajuk-tajuk utama di halaman pertama, sebagaimana kebiasaannya.

“Astaga, Walter,” serunya. “Apa pendapatmu soal ini—sebuah perampokan di bawah batas waktu—dan di kantor Langhorne pula.”

Aku bergegas keluar kamar dan ikut memandang koran itu sepintas. Benar, ada di sana:

LEMARI BESI DIRAMPOK DI KANTOR WALL ST.

Pintu Menuju Kantor Langhorne & Westlake, Pialang, Dibobol dan Lemari Besi Dirampok.

Salah satu perampokan teraneh yang pernah dilakukan terjadi tadi malam di kantor Lang­horne & Westlake, pialang, di Wall Street ....., antara waktu tutup kantor sampai jam delapan.

Tn. Langhorne kembali ke kantornya untuk mengerjakan beberapa dokumen usai makan malam dengan beberapa teman. Ketika tiba, sekitar jam delapan, dia mendapati pintu telah dijebol. Kantor dalam kondisi gelap, tapi saat dia menyalakan lampu, ternyata lemari besi kantor telah dimasuki.

Tak disebutkan bagaimana perampokan lemari besi itu dilakukan, tapi diakui sangat ganjil. Sejauh ini belum ada rincian yang disampaikan dan perampokan itu baru dilapor­kan ke polisi pada larut malam.

Tn. Langhorne, ketika ditemui oleh para wartawan, tegas menyatakan tak ada barang berharga yang diambil dan bahwa firmanya tidak menderita kerugian apa-apa akibat perampokan itu.

Salah seorang juru steno di kantor, Nona Betty Blackwell, yang bertindak sebagai sekre­taris pribadi Tn. Langhorne, sedang menghilang dan kasusnya menarik perhatian luas. Tidak diketahui apakah raibnya dia berkaitan dengan perampokan ini.

“Tentu saja dia tidak mau melaporkannya ke polisi,” komentar Kennedy. “Artinya, kalau itu ada kaitan dengan Buku Hitam itu, sebagaimana yang kuyakini.”

“Itu memang kasus amat ganjil,” kataku. “Pasti ada suatu cara untuk mencaritahunya. Soal Betty Blackwell itu aneh.”

Kennedy sedang menimbang-nimbang sesuatu dalam pikirannya. “Tentu saja,” katanya, “kita belum ingin buka kartu, tapi akan menarik sekali kalau tahu apa yang terjadi di tempat Langhorne. Kau keberatan ikut denganku dan berpura-pura menjadi wartawan dari Star?”

“Tidak sama sekali,” balasku.

Kami mampir di laboratorium di kampus Universitas di mana Craig masih memegang jabatan guru besar. Kennedy mendapatkan sebuah alat agak besar. Sejauh yang bisa kugambarkan, itu terdiri dari rangka baja, yang dapat ditambatkan pada meja kayu dengan sekrup. Itu memuat satu pelat bawah yang dapat bergeser maju dan mundur, dua tangkai lateral yang dipatenkan oleh penahan lengkung, dan satu balok lintang baja yang dipasang pada puncak tiang-tiang dengan baut kuat. Di muka mesin ini terdapat cakra berpenunjuk.

Kennedy cepat-cepat membongkar alat ini dan menyusun­nya menjadi dua paket agar dapat kami gotong di tengah-tengah dengan mudah, dan pada sekitar waktu buka perkantoran Wall Street kami sedang dalam perjalanan di pusat keramaian kota.

Judul asli : The Safe Robbery ()
Pengarang :
Seri :
Penerbit : Relift Media, June 2018
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment