Skip to content
Pertempuran Dorking – Relift Media

Pertempuran Dorking

Prancis percaya pada tentara mereka dan reputasi agungnya, kita percaya pada armada kita; dan dalam masing-masing kasus, buah kepercayaan buta ini adalah bencana, yang bahkan tak terbayangkan oleh kakek-moyang kita.


Cucu-cucuku, kalian minta aku menceritakan andilku dalam peristiwa besar yang berlangsung lima puluh tahun silam. Usaha sedu ini berpulang ke halaman pahit dalam sejarah kita, tapi kalian bisa ambil manfaat di rumah-rumah baru kalian dari pelajaran yang diajarkannya. Bagi kita di Inggris, itu sudah terlambat. Tapi kita sudah dapat banyak peringatan, andai saja kita memanfaatkannya. Bahaya itu tidak menimpa kita tanpa disadari. Kejadiannya mendadak, memang betul; tapi kedatangannya sudah diramalkan cukup gamblang untuk membuka mata kita, andai kita tidak sengaja membuta­kan diri. Kita sendiri, bangsa Inggris, yang patut disalahkan atas penghinaan yang dibawa ke tanah ini. Hari tua yang mulia! Hari tua yang hina, ya, menyusul kejantanan kami yang terhina. Kutegaskan, bahkan sekarang, walau lima puluh tahun telah berlalu, aku hampir tak sanggup menatap wajah seorang pemuda bila mengingat diriku termasuk golongan mereka yang di masa mudanya terjadi kemerosotan Inggris Lama ini—golongan mereka yang mengkhianati amanat yang diwariskan tanpa noda oleh kakek-moyang kita.

Alangkah bangga dan bahagianya negeri ini lima puluh tahun lalu! Perdagangan bebas telah berjalan selama lebih dari seperempat abad, dan kekayaan yang dihadirkannya seakan tak berujung. London tumbuh semakin besar; kalian tak bisa membangun rumah cukup cepat untuk kaum kaya yang ingin menempatinya, untuk para saudagar yang menghasilkan uang dan berdatangan dari seluruh penjuru dunia demi menetap di sana, dan untuk pengacara, dokter, insinyur, dan lainnya, serta pedagang yang mengambil jatah dari laba mereka. Jalan raya sudah sampai ke Croydon dan Wimbledon, yang seingat ayahku adalah pedesaan; dan masyarakat menyebut Kingston dan Reigate akan segera dihubungkan dengan London. Kita mengira dapat terus membangun dan berkembangbiak selamanya. Memang betul waktu itu kemiskinan tak kurang banyaknya; kaum tak berpunya bertambah secepat kaum kaya, dan kemelaratan mulai jadi masalah. Tapi jika lajunya tinggi, ada banyak uang untuk mengupah mereka. Adapun yang disebut golongan menengah, rasanya tak ada batas pada pertambahan dan kemakmuran mereka. Masyarakat di masa itu berpikir, sudah sewajarnya melahirkan selusin anak ke dunia—atau, seperti kata pepatah, Tuhan mengutus bayi sejumlah itu kepada mereka. Dan jika tidak bisa menikahkan anak-anak perempuan, mereka biasa menafkahi anak-anak lelaki, sebab ada pembukaan baru di segala profesi, atau di kantor-kantor Pemerintah, yang terus membesar. Lagipula, di masa itu para pemuda dapat dikirim ke India, atau masuk AD atau AL; dan bahkan waktu itu emigrasi adalah hal lumrah, meski bukan kebiasaan teratur seperti sekarang. Para guru pria, seperti semua golongan profesi lain, mendorong pertukaran modal. Mereka tidak banyak mengajar, tentunya, tapi sekolah-sekolah baru dengan empat atau lima ratus murid bermunculan di seluruh pelosok.

Bodoh betul kita ini! Kita pikir semua kekayaan dan kemakmuran ini kiriman Tuhan, dan tak mungkin berhenti. Dalam kebutaan, kita tidak lihat bahwa kita cuma bengkel besar, merakit benda-benda yang datang dari seluruh wilayah dunia, dan bahwa jika negara-negara lain berhenti mengirim bahan mentah untuk dirakit, kita tak bisa memproduksinya sendiri. Benar, di zaman itu kita unggul dengan batu bara dan besi murah, dan andai tidak kita hamburkan, bahan bakar tersebut akan mencukupi kita lebih lama. Tapi waktu itu sudah ada tanda-tanda, batu bara dan besi di luar negeri akan segera lebih murah. Adapun makanan dan barang lain, Inggris tidak lebih baik daripada sekarang. Kita begitu kaya hanya karena negara-negara lain dari seluruh wilayah dunia terbiasa mengirim barang mereka kepada kita untuk dijual atau diproduksi; dan kita pikir ini akan berlangsung selamanya. Jadi, barangkali itu akan bertahan andai saja kita menempuh cara-cara tepat untuk mempertahankannya. Tapi, dengan bodohnya, kita terlalu lengah untuk sekadar memastikan kemakmuran kita, dan setelah perdagangan berbalik arah, itu takkan kembali lagi.

Judul asli : The Battle of Dorking ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, September 2016
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment