Skip to content
Jejak Kasus Charnworth – Relift Media

Jejak Kasus Charnworth

Dia tampak linglung dan bingung, dan jelas-jelas menderita. Akhirnya, anggota badannya mulai membengkak hebat, matanya tenggelam, pipinya kempis, bibirnya menghitam, dan terjadi pembekuan pembuluh di kaki dan tangannya.


“Kasus misterius di Cheshire.” Demikian bunyi tajuk paragraf di semua koran pagi beberapa tahun silam, dan yang paling mencolok adalah keterangan berikut:

Seorang pria, dengan nama mengherankan, Tuscan Trankler, bertempat tinggal di sebuah mansion tua nan indah, dikenal sebagai Dead Wood Hall, yang terletak di salah satu area Cheshire paling elok dan sepi, tidak jauh dari desa Knutsford kuno dan aneh. Tn. Trankler baru mengadakan pesta makan malam di rumahnya, dan di antara para tamu terdapat hakim desa dan tuan tanah terkemuka, Tn. Manville Charnworth. Rupanya, segera setelah kaum wanita pergi dari meja, Tn. Charnworth bangkit menuju pekarangan, katanya butuh udara segar. Dia mengisap cerutu, dan sedang menikmati kesehatan sempurna. Namun, dia minum anggur agak bebas, seperti biasa. Meski hubungannya dengan semua orang sangat baik, dia bukan pemabuk. Satu jam berlalu, Tn. Charnworth belum jua kembali ke meja. Tapi ini tidak menimbulkan kegelisahan, karena diduga dia bergabung dengan para wanita. Dia memang perayu wanita, lebih suka dikelilingi wanita daripada pria. Namun, timbul kegegeran ketika sejurus kemudian diumumkan bahwa Charnworth ditemukan tak sadarkan diri, tertengadah di semak belukar. Bantuan medis langsung dipanggil. Ketika tiba, mereka berpendapat pria malang ini terserang ayan. Namun untuk suatu alasan, para dokter mengubah pandangan tersebut, sebab gejala-gejala yang teramati menunjukkan bentuk keracunan ganjil, walau racunnya tak bisa ditentukan. Setelah beberapa lama, Charnworth siuman tapi tak mampu memberi informasi apa-apa. Dia tampak linglung dan bingung, dan jelas-jelas menderita. Akhirnya, anggota badannya mulai membeng­kak hebat, matanya tenggelam, pipinya kempis, bibirnya meng­hitam, dan terjadi pembekuan pembuluh di kaki dan tangan­nya. Semua sudah dilakukan demi lelaki naas ini, tapi hasilnya nihil. Setelah enam jam menderita, dia tewas dalam serangan kegilaan dan ocehan. Selama itu dia dikekang di ranjang oleh beberapa pria kekar.

Pemeriksaan post-mortem, yang sudah semestinya dilaku­kan, mengungkap fakta mengherankan bahwa darah dalam tubuhnya menjadi tipis dan ungu, dengan bau aneh yang tak dapat diidentifikasi. Seluruh organ memadat hebat, dan daging­nya memperlihatkan dekomposisi pesat. Bahkan, dua belas jam setelah kematian, terjadi kebusukan. Orang-orang medis yang menangani kasus ini sangat kebingungan, dan tak sanggup menentukan penyebab kematian. Mendiang adalah orang kaya, dan tak mengidap penyakit organ apapun. Ringkasnya, semua menunjuk pada peracunan. Pada sisi kiri leher terlihat goresan kecil, warnanya sedikit pucat kelabu, seperti diakibatkan oleh instrumen kecil berujung runcing. Setelah isi rongga perut diamankan untuk tujuan analisa, jasadnya segera dikubur tiga puluh jam setelah kematian.

Hasil analisa adalah untuk memperjelas apakah lelaki malang itu mati akibat racun kuat yang dimasukkan ke dalam darah. Bahwa itu merupakan kasus peracunan darah, hal ini hampir tidak diragukan, tapi sains di masa itu belum mampu menyebut racun apa, atau bagaimana caranya dimasukkan ke dalam tubuh. Sejauh ini tak ada alasan yang bisa dipastikan untuk mencurigai perbuatan jahat, bahkan bunuh diri. Oleh karenanya, secara keseluruhan kasus itu menjadi misteri mendalam, dan juri koroner terpaksa memberi putusan terbuka. Demikianlah rincian yang dipublikasikan di masa kematian Tn. Charnworth. Dan mengingat kedudukan sosial seluruh anggota pesta, perkara ini lebih dari sekadar keheranan sembilan hari, sedangkan di Cheshire sendiri timbul kegemparan. Tapi, karena tak muncul informasi lebih lanjut, masalah ini tak lagi menarik perhatian dunia luar, hingga terlupakan oleh publik.

Judul asli : The Problem of the Dead Wood Hall ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, July 2014
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment