Sungguh Sekuleris lebih suka mencari keabadian dalam hati manusia, Sekuleris lebih suka mengakui kekekalan kerja-kerja agung yang terlaksana, kebebasan yang dimenangkan, semua pengaruh itu yang tak pernah bisa mati, ketimbang mendesah untuk kemuliaan remeh nyanyian mazmur dan tekukan lutut yang tiada akhir.
