Skip to content
Kekuatan India – Relift Media

Kekuatan India

Ada benang kecil, oh, benang kecil yang begitu mungil dan tipis, yang mengikat mereka dengan negeri mereka sendiri, sanak-famili mereka sendiri, kasta mereka sendiri. Dan tampaknya mereka tak punya kekuatan untuk memutusnya—benang kecil ini.


Ibrahim Fadlallah mengangkat bahu:

“Kau tak paham, kawan. Kau takkan mengerti, mustahil menghancurkan kasta dan menciptakan persaudaraan melalui UU Parlemen. Demi Allah—kau bahkan tak bisa melakukannya di negaramu sendiri.”

“Tapi kemajuan modern—telegraf—demokrasi gerbong kereta—” sela si Amerika.

“Kau bisa paksa seorang Brahmana untuk duduk di kantor yang sama dan untuk naik di kompartemen kereta yang sama dengan seseorang dari kasta rendah, tapi kau takkan pernah bisa memaksanya untuk makan bersamanya atau untuk menikahkan puterinya dengannya. Kau bicara tentang mereka yang sekolah di luar negeri dan bahkan mereka pun, kawan, saat pulang ke Hindi, hanyut kembali ke dalam kasta dan adat kasta. Sebab ada benang kecil, oh, benang kecil yang begitu mungil dan tipis, yang mengikat mereka dengan negeri mereka sendiri, sanak-famili mereka sendiri, kasta mereka sendiri. Dan tampaknya mereka tak punya kekuatan untuk memutusnya—benang kecil ini.

“Ah, ya! Biar kuceritakan sesuatu yang terjadi tahun lalu, sebuah kisah nyata, dan tolong jangan lupa benang itu, benang kecil itu—

“Semuanya bak sandiwara di salah satu teater kalian—itu dipentaskan, sobat, dipentaskan dengan apik. Adegan ber­langsung di aula besar di mana pengadilan kasta atas klan Brahmana tertentu mengadakan pertemuan. Bayangkan, kalau kau mau, sebuah alun-alun segiempat raksasa, kosong-melom­pong kecuali sebuah mimbar rendah di satu ujung, dilapisi beberapa selendang Benggala dan satu dua kulit antelop—ah!—dan kemudian suasana dramatisnya. Bukan suasana kematian—oh, bukan!—jauh lebih buruk dari kematian, jauh lebih buruk. Apalah kematian dibandingkan dengan hilangnya kasta? Dan siang itu mereka akan mengadili seseorang yang telah men­cemari darahnya, yang telah berbuat dosa besar, dosa besar yang lebih keji daripada membunuh sapi—bukan sebuah dosa menurut kitab undang-undang kalian—akan tetapi mereka orang-orang dari ras berbeda, dan dosa-dosa mereka bukan dosa-dosa kalian—ya kan?—dan amal-amal mereka tidak mungkin menjadi amal-amal kalian.

“Di mimbar berdiri Sri Suci Srimat Muniswamappa Rama-Swami, dan di kedua sisinya berdiri para murid cemas yang memandangi bibir tipis klimisnya dengan takzim dan mengi­pasi kepala tua sucinya dengan ekor-ekor sapi yak bergagang perak. Di dekatnya berdiri si pemohon dan beberapa bangsawan Brahmana, yang biasa dia ajak berunding dalam kasus-kasus penting. Pada jarak sopan terdapat orang-orang dari klan itu: mereka berbaris masuk perlahan-lahan, bersujud bergiliran di hadapan sang Swami dan mengucapkan nama dewa pengawas dengan bibir gemetar, sementara Sri Suci tersenyum tafakur, dan sementara jari-jarinya menghitung manik-manik pada tasbihnya.

“Gugatan dibuka dengan khotbah yang disampaikan oleh sang Swami. Pertama-tama, dia memuji Ganesa, Saraswati, dan setengah lusin dewa lain yang beranekaragam, dan kemudian dengan bejibun tetek-bengek dan banyak kutipan bertele-tele dia mengemukakan kewajiban kaum yang terlahir dua kali. Dia berkata pada mereka bahwa seorang Brahmana tidak boleh meretakkan bongkahan tanah dan tidak boleh pula mengoyak rumput di bawah kakinya; bahwa dia tidak boleh menatap matahari terbenam, matahari terbit, matahari dalam gerhana, pantulan matahari pada kolam air; bahwa dia tidak boleh menunjuk bintang-bintang dengan jari kurang ajar; bahwa dia tidak boleh tidur dengan kepala tertuju ke arah utara atau barat; bahwa dia harus berpantang dari memotong kuku dengan giginya, dari menggunakan tusuk gigi yang sama lebih dari satu kali, dari makan di atas piring yang digunakan orang lain, dan dari mengenakan sandal yang dikenakan orang asing—dan seribu perintah konyol semacamnya.

Judul asli : The Strength of the Little Thin Thread ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, July 2020
Genre :
Kategori :

Unduh

  • Unduh

    Kekuatan India

  • Unduh

    Kekuatan India

  • Unduh

    Koleksi Sastra Klasik (2020)

No comments

Post a Comment