Skip to content
Muslim Penakluk China – Relift Media

Muslim Penakluk China

Bagaimana bisa kau menyatakan dia menyayangi hidupnya, padahal dia sudah meninggalkan kehidupan mewahnya dan datang untuk menyerbu negerimu? Adapun ancamanmu untuk membunuh kami, kami anggap hidup kami sebagai penebusan.


Qutaibah bin Muslim menjangkau jauh dengan penaklukan-penaklukan timurnya, sampai dia mendekati China. Raja China menulis kepadanya, berkata: “Utuslah salah satu orangmu yang paling mulia, untuk memberitahu kami tentang dirimu dan menjawab kami perihal agamamu.”

Qutaibah memilih dua belas orang dari kalangan tentaranya, semuanya rupawan, jangkung, berambut kuat, fasih bicara, dan berani. Dia berbicara dengan mereka dan mendapati mereka bijaksana dan mampu membangkitkan rasa hormat. Dia meme­rintahkan agar mereka diperlengkapi dengan senjata bagus, pakaian bagus, sebagian disulam, dan dengan sepatu empuk dan minyak wangi, dan dia memberangkatkan mereka dengan kuda berdarah murni dan menyediakan untuk mereka hewan-hewan tunggangan yang bagus.

Di antara orang-orang ini adalah Hubairah bin al-Mushamraj al-Kilabi, sosok paling fasih.

“Hubairah,” tanya Qutaibah, “apa yang bakal kau lakukan?”

“Semoga Allah meridhai Pangeran,” sahut Hubairah, “katakan kemauanmu, aku akan menurutinya.”

“Pergilah dengan ridha Allah,” kata Qutaibah, “dan semoga keberhasilan menyertaimu. Jangan lepas sorban kalian sampai kalian tiba di negeri itu. Saat kau bertanya-jawab dengannya, beritahu dia bahwa aku sudah bersumpah tidak akan pergi sampai aku menginjak negeri mereka dan memungut jizyah dari mereka.”

Mereka pun berangkat, dengan Hubairah sebagai pimpinan, dan saat mereka tiba, raja China mengutus orang untuk memanggil mereka. Mereka masuk ke pemandian dan keluar mengenakan pakaian putih di atas kain tipis, memakai minyak wangi dan sepatu empuk dan jubah. Lalu mereka memasuki istananya, di mana para pembesar negerinya berkumpul. Mereka duduk, tapi tak seorangpun menyapa mereka, tidak raja, tidak pula rombongan pengiringnya. Akhirnya mereka bangkit dan pergi.

Raja bertanya kepada orang-orang yang hadir di istananya: “Apa pendapat kalian tentang orang-orang ini?”

“Kami melihat,” jawab mereka, “sebuah kaum yang tidak lebih baik dari kaum wanita. Wangi mereka tercium oleh semua.”

Keesokan hari raja memanggil mereka sekali lagi. Mereka mengenakan pakaian bersulam dan sorban dan pergi ke istananya. Saat mereka masuk, raja memerintahkan mereka untuk pulang, lalu bertanya kepada punggawa-punggawanya: “Apa pendapat kalian tentang orang-orang ini?”

“Sekarang,” datang jawaban, “mereka lebih serupa dengan kaum lelaki.”

Judul asli : Muslims at the Court of China ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, May 2020
Genre :
Kategori :

Unduh

  • Unduh

    Muslim Penakluk China

  • Unduh

    Koleksi Sastra Klasik (2020)

No comments

Post a Comment