Skip to content
Kota Kuno – Relift Media

Kota Kuno

Tak seorangpun pernah ke reruntuhan itu selama lebih dari seratus tahun dan mereka adalah orang-orang pertama yang betul-betul memasukinya dan melihat langsung kejayaan yang dulu ada di sana.


Rombongan penjelajah itu sampai di pinggiran kota dan hati-hati memilih jalan di antara reruntuhan. Jauh sebelum mereka sampai ke pesisir sungai besar berkilau yang mengitarinya, para pemandu pribumi sudah menelantarkan mereka. Terpaksa mereka melanjutkan perjalanan sendirian.

Para pemandu telah membawa mereka sejauh yang mereka berani datangi dan habis itu lari ketakutan, berseru dengan suara gentar bahwa iblis-iblis kuno akan menculik mereka jika mereka maju lebih dekat lagi.

Di sungai mereka menemukan sisa-sisa sebuah jembatan kuno yang masih berdiri, benteng-bentengnya terhempas ke sungai lebar dengan sedikit kemegahan yang pernah menjadi cirinya lebih dari dua ribu tahun lampau.

Para penjelajah berhenti dan terkagum-kagum akan panjangnya yang luar biasa. Bagaimana kaum kuno nyaris terlupakan ini mampu membangun sesuatu seperti ini? Itu sulit dipercaya. Seperti semut, mereka pasti menghimpun bahan-bahan dan menghabiskan bertahun-tahun dalam membangun jalan kendaraan ini yang memungkinkan mereka menyeberangi sungai lebar nan deras di bawah.

Begitu sampai di seberang, mereka mendapati diri mereka berada di jalanan hancur terbengkalai yang dulunya dipadati duyun-duyunan khalayak. Di segala sisi menjulang menara-menara di mana orang-orang ini hidup dalam semarak.

Jendela-jendela kosong gedung-gedung itu berbau orang-orang yang dulu hidup tapi kini mati dan lenyap dalam bentang-bentang waktu yang jauh.

Jalan-jalan yang membawa mereka ke jantung kota ditumbuhi rumput dan jalanan aspal kini hanyalah onggokan puing retak dan hancur.

Sambil terus melangkah lebih dalam ke jantung kota, mereka tetap memegang senjata; di antara reruntuhan itu banyak binatang liar berkelana, sekadar menanti kesempatan untuk menyergap mangsa dan berpesta makanan yang langka bagi mereka. Adakalanya mereka melihat sepintas kucing kurus lapar menyelinap ke dalam salah satu bangunan batu atau memelototi mereka dengan mata besar berkilat.

Sekarang mereka sampai ke sebuah taman besar atau tempat terbuka. Di mana-mana ada patung batu orang-orang yang dulu mendiami kota ini. Pada patung-patung itu terdapat bekas banyak ukiran dalam hieroglif aneh. Kalau mereka bisa pecahkan makna ukiran-ukiran ini, mereka akan memecahkan misteri kota matinya.

Boleh jadi semua itu adalah patung dewa-dewa yang mereka sembah; atau boleh jadi patung tokoh-tokoh yang mereka hormati. Tak ada yang tahu sebelum mereka mendapat petunjuk mengenai makna tulisan-tulisan aneh ini.

Judul asli : The City of the Ancients ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, March 2020
Genre :
Kategori :

Unduh

No comments

Post a Comment