Skip to content
Detektif Pillingshot – Relift Media

Detektif Pillingshot

Aku mengerti. Aku tahu kita pasti menemu­kannya cepat atau lambat. Inilah ladang untuk kejeniusanmu. Kau akan jadi detektif. Pillingshot, kuserahkan kasus ini padamu. Aku mempekerjakanmu.


Kehidupan di St. Austin’s berubah hampa dan berat bagi Pillingshot karena fakta bahwa dia menjadi junior Scott. Bukan berarti Scott adalah Pemelonco Beralis Kusut. Tidak sama sekali. Dia menunjukkan perhatian ramah pada kesejah­teraan Pillingshot, dan kadang sampai membuat syair Latin untuknya. Tapi sifat-sifat paling mulia sekalipun mengandung cacat, dan Scott bukan pengecualian. Dia mencoba jadi humoris, dan Pillingshot, dengan pandangannya yang agak serius tentang hidup, bingung dan terganggu oleh hal ini.

Gara-gara cacat pada karakter Scott inilah Pillingshot pertama kali menjadi detektif.

Dia sedang memanggang muffin di perapian kamar kerja pada suatu malam, sementara Scott duduk di atas dua kursi dan lima bantal, sedang membaca “Sherlock Holmes”, ketika sang Ketua Kelas menaruh bukunya dan menatapnya serius.

“Kau tahu, Pillingshot,” ujarnya, “kau punya wajah yang cemerlang dan cerdas. Aku takkan keheranan andai kau tidak pintar. Kenapa kau sembunyikan kepandaianmu?”

Pillingshot menggerutu.

“Kita harus cari cara untuk mengiklankanmu. Kenapa tak ikut Beasiswa Junior?”

“Terlalu tua,” balas Pillingshot puas.

“Senior, kalau begitu?”

“Terlalu muda.”

“Aku yakin dengan bergadang semalaman dan belajar keras—”

“Hei!” seru Pillingshot gusar.

“Kau tak berani mencoba,” kata Scott menyayangkan. “Apa itu? Muffin? Well, well, sebaiknya aku cicipi sedikit.”

Dia makan empat secara berturut-turut, dan melanjutkan penelitian wajah Pillingshot.

“Yang penting,” katanya, “adalah mencaritahu bidang kekhususanmu. Sampai saat itu, kita bekerja dalam gelap. Mungkin musik? Bernyanyi? Nyanyikan aku satu atau dua balok.”

Pillingshot menggeliat tak nyaman.

“Ketinggalan buku musikmu di rumah?” kata Scott. “Lupakan saja, kalau begitu. Mungkin ini yang terbaik. Apa itu? Masih muffin? Minta satu lagi. Bagaimanapun, orang harus jaga tenaga. Kau boleh memakannya kalau mau.”

Wajah Pillingshot jadi cerah. Dia jadi lebih ramah. Dia bercakap-cakap.

“Ada keributan di bawah,” katanya. “Di ruang siang junior.”

“Selalu ada,” kata Scott. “Kalau sampai itu bertambah keras, aku akan masuk ke tengah mereka dengan tongkat komando. Aku menganggap separuh keberhasilanku dalam melakukan pukulan memotong, bersumber dari praktek yang kujalankan di ruang siang junior. Itu membuat pergelangan tanganku tetap luwes.”

“Maksudku bukan keributan seperti itu. Ini soal Evans.”

“Ada apa dengan Evans?”

“Dia kehilangan satu koin sovereign.”

“Dasar pemuda tolol.”

Pillingshot diam-diam melahap satu muffin lagi.

“Dia pikir seseorang mengambilnya,” katanya.

“Apa! Mencurinya?”

Pillingshot mengangguk.

“Apa yang membuatnya berpikir begitu?”

“Dia tak tahu bagaimana lagi itu bisa hilang.”

“Oh, aku tidak—astaga!”

Scott duduk tegak dengan penuh gairah.

“Aku mengerti,” tukasnya. “Aku tahu kita pasti menemu­kannya cepat atau lambat. Inilah ladang untuk kejeniusanmu. Kau akan jadi detektif. Pillingshot, kuserahkan kasus ini padamu. Aku mempekerjakanmu.”

Pillingshot ternganga.

Judul asli : Pillingshot, Detective ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, August 2017
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment