Terkubur dalam studi-studi sebuah alam, lebih dari semua alam lain, yang beradaptasi untuk mematikan kesan-kesan dunia zahir, dengan kata manis ini saja—dengan kata Ligeia—aku membawa ke depan mataku dalam khayal citra dia yang tiada lagi.

Terkubur dalam studi-studi sebuah alam, lebih dari semua alam lain, yang beradaptasi untuk mematikan kesan-kesan dunia zahir, dengan kata manis ini saja—dengan kata Ligeia—aku membawa ke depan mataku dalam khayal citra dia yang tiada lagi.
Tiba-tiba tampaklah sebuah gereja—katedral Gotik—luas, megah, dan bermenara tinggi, yang menjulang ke langit. Kegilaan apa yang kini merasukiku? Kenapa aku bergegas menuju nasibku? Aku dicengkeram oleh hasrat tak terkendali.