Para bibi dan paman merasa cemas dan melihat mendekatnya sebuah era tanpa disiplin atau hati nurani, dan berpikir bisa menyalahkan ajaran-ajaran palsu doktrin rasial Sosialisme Kebangsaan. Kita meladeni pertempuran itu, dan barangkali bisa mengatakan kita sudah memenangkannya.
