Skip to content
Mansion Berdarah – Relift Media

Mansion Berdarah

Dia sedikit berteriak, terkesiap. Mengeluarkan saputangan, dia seka cairan itu, dan betapa herannya dia saat didapati saputangannya bernodakan darah, atau mirip darah. Saking tergoncang oleh hal ini, dia nyaris pingsan.


Untuk waktu lama—bahkan bertahun-tahun—iklan berikut ini kerap tampil di sebagian besar, jika tidak semua, suratkabar London, dan banyak koran provinsi:

Disewakan dengan kontrak jangka panjang dan uang sewa rendah, atau dijual murah untuk pemilikan mutlak, sebuah Kediaman Keluarga megah, lengkap dengan semua perabot, cocok untuk keluarga besar. Rumah berdiri di tanah sendiri, mencakup hampir tiga setengah akre, sebagiannya adalah hutan alam, sedang sisanya terhampar sebagai taman bunga dan taman dapur. Ada istal untuk empat atau lima kuda, dengan gudang pedati luas, ruang perlengkapan kuda, loteng penyimpan jerami dan jagung, dan kamar-kamar lapang untuk kusir, pengurus kuda, dan lain-lain. Properti ini, yang hanya berjarak 25 mil dari London, menikmati situasi tiada tara dalam hal manfaat kesehatan maupun pemandangan. Pedesaan terbuka di segala arah, dengan hutan luas di lingkungan sekitar. Iklim menyegarkan; tanah kerikil di atas kapur, pasokan air memadai, dan drainase sempurna. Ajukan penawaran ke “Smeaton, Weardale & Smeaton”, “Estate and House Agents”, “Valuers and Auctioneers”, dan lain-lain, 105 New Bond Street, London, W.

Sepintas iklan ini sangat menarik, dan kejujurannya tak usah diragukan, mengingat firma semasyhur dan semapan “Smeaton, Weardale & Smeaton” bertanggungjawab atasnya. Tapi bila dibaca dua kali, siapapun pasti bertanya-tanya kenapa, jika memang seperti yang dilukiskan, properti ini harus ditawarkan dengan uang sewa rendah sekali, atau dijual murah.

Nah, pasti ada yang tak beres. Kalau tidak, “sebuah kediaman keluarga megah” dan “tiga setengah akre tanah” tidak perlu menunggu lama untuk kedatangan pelanggan. Tapi sebagaimana sudah disebutkan, iklan ini terus tampil sebentar-sebentar selama bertahun-tahun, sehingga mereka yang akrab dengannya tahu betul bahwa dari ratusan ribu orang pembacanya, belum satupun terbujuk untuk berinvestasi. Nah, apa tujuan mempertahankan iklan ini, yang pastinya telah menelan banyak biaya, kalau tak ada satupun pelanggan yang datang? Satu-satunya jawaban adalah bahwa si pemilik atau para pemilik berharap dengan mempertahankan iklannya cukup lama, pada akhirnya itu akan menarik orang yang tepat. Dan ternyata harapan ini terwujud.

Suatu pagi—pagi Agustus, cerah oleh sinar mentari, ketika London yang kotor pun tampak terang dan riang—seorang pria masuk ke kantor “Smeaton, Weardale & Smeaton”. Ada sesuatu darinya yang mengisyaratkan dia pernah tinggal lama di luar negeri—setelan dan penampilan secara umum. Dia memakai topi lakan kelabu lembut, dasi besar bergelantung longgar, kerah kendur, dan setelan kotak-kotak kelabu yang, meski potongannya sempurna, belum pernah dibuat di Inggris, atau di London. Penjahit London mempunyai gaya yang jelas bagi mata terlatih. Kelihatannya pria ini penderita cacat atau baru pulih dari sakit. Dia kurus, lesu, dan lemah. Ada lingkar-lingkar gelap di bawah matanya. Meski dicokelatkan oleh matahari, rona wajahnya keabuan, serta menyiratkan keadaan jasmani yang runtuh.

Kantor “Smeaton, Weardale & Smeaton” sangat luas, dan tertata mewah, menjadi firma agen properti kelas satu di lingkungan semodis New Bond Street. Pria ini diterima oleh seorang bocah pesuruh, dan dipersilakan masuk ke ruang tunggu, yang dilengkapi sofa beludru dan kursi, dan tersedia suratkabar berlimpah.

Judul asli : The Blood Drips ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, August 2016
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment